Home » » Kasih Seorang Ibu - Cerita Motivasi Diri

Kasih Seorang Ibu - Cerita Motivasi Diri

Written By a on Friday, 24 January 2014 | 20:21

Kasih Seorang Ibu…

Dikisahkan, ada seorang pemuda berusia menjelang 30 tahun. Namun sayangnya, ia hanya memiliki kemampuan berpikir layaknya anak berumur dibawah 10 tahun. Ibunya dengan penuh kasih memelihara dan mendidik sianak agar kelak bisa hidup mandiri dengan baik, terlebih karena ia merasa anaknya punya kemampuan berpikir yang sangat minim.

Si anak sangat mencintai ibunya. Suatu hari dia berkata, "Ibu, aku sangat senang melihat ibu tertawa, wajah ibu begitu cantik dan bersinar. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat ibu tertawa setiap hari?"
"Anakku, berbuatlah baik setiap hari. Maka, ibu akan tertawa setiap hari," Jawab siibu. "Lantas, bagaimana caranya berbuat baik setiap hari?" Tanya sianak. "Berbuat baik adalah jika kamu bekerja, bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Bantulah orang lain terutama orang-orang tua yang perlu dibantu, sakit atau kesepian. Kamu bisa sekadar menemani atau membantu meringankan pekerjaan mereka.

Perlakukanlah orang-orang tua itu sama seperti kamu membantu ibumu. Pesan ibu, jangan menerima upahya. Setelah selesai membantu, mintalah sobekan tanggalan dan kumpulkan sesuai urutan nomornya. Kalau nomornya urut artinya kamu sudah berbuat baik setiap hari, dengan begitu ibu pun setiap hari pasti akan senang dan tertawa," jawab siibu sambil membelai sayang anak semata wayangnya.

Sejak ibunya meninggal, karena kenangan dan keinginannya melihat ibunya tertawa,
setiap hari sepulang kerja, dia berkeliling kampong membantu orang orang tua, kadang memijat, menimba air, memasakkan obat, atau sekadar menemani dengan senang dan ikhlas. Bila ditanya orang kenapa hanya sobekan tanggalan yang diterimanya setiap hari? Dia pun menjawab, "Karena setiap hari, setibanya dirumah, sobekan tanggalan yang aku kumpulkan, kususun sesuai dengan nomor urutnya. Maka setiap hari aku seakan bisa mendengar Ibuku sedang melihatku dan tertawa bahagia diatas sana." Si pemuda yang berpikiran sederhana itu telah menjadi sahabat banyak orang didesa.

Sehingga suatu ketika, atas usul dari seluruh warga, karena kebaikan hatinya, dia dianugerahi oleh pemerintah bintang kehormatan dan dana pension selama hidup untuk menjamin tekadnya, yakni agar setiap hari bisa membantu orang lain disisa kehidupannya. Untuk kehidupan saatini, memang rasanya cukup sulit untuk menemukan orang yang membantu orang lain tanpa ada keinginan untuk menerima balasan.

Padahal, esensi kehidupan manusia sebenarnya adalah saling bantu membantu, menolong dan ditolong. Padahal sebenarnya, bila kita bisa berbuat baik dan membantu orang lain sesuai dengan yang dibutuhkan, akan memberikan rasa yang nikmat Sekali. Tentu, untuk berbuat baik dan membantu orang lain ini, membutuhkan kesadaran, latihan, dan membiasakan diri terus menerus.

Karena itu, mari kita praktek kan pepatah sederhana ini: Tiap hari melakukan satu kebaikan. Dengan begitu, hidup akan terasa lebih hidup, dan akan kita dapatkan kebahagiaan yang sebenarnya. 


0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.